Selasa, 02 Oktober 2018

Giving A Report

Laporan dalam bahasa Inggris "report" dan berasal dari bahasa Latin "portare" & yang berarti membawa atau mengangkut. Awalan (prefix) "re" berarti kembali, maknanya bahwa jika seseorang ditugaskan untuk mengadakan penelitian, dan setelah itu ia harus membawa hasil fakta dan data hasil penelitian tersebut obyektif dan tulus. Laporan dimaksudkanuntuk memberikan gambaran mengenai peristiwa yang terjadi. Isi laporanyang benar akan mendorong mutu penulisan laporan yang baik. Artinya, kebenaran isi tercakup pada laporan yang memiliki bentuk yang sistematis, penalaran yang jelas, dan mengikuti bahasa dengan kritis. Secara umum, laporan dapat dianggap sebagai pelaksanaan komunikasi secara tertulis dan lisan. Sedangkan secara khusus yaitu dalam konteks administrasi, laporan memperoleh pengertian khusus sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi setiap satuan organisasi. (Soetrisno dan Renaldi, Brisma : 121) 

Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa laporan adalah setiap tulisan yang berisi hasil pengolahan data informasi. Laporan juga merupakan alat komunikasi yang di dalamnya terdapat, beberapa kesimpulan atau rekomendasi dari fakta-fakta atau keadaan yang telah diselidiki. Berdasarkan pengertian ini, suatu laporan berkaitan dengan suatu penyelidikan, penglihatan, pengamatan, pendengaran, penelitian dari suatu keadaan yang kemudian diperoleh data/informasi yang relevan. Selanjutnya, data informasi tersebut diolah dan ditulis menjadi suatu laporan.Oleh karena laporan berisi informasi yang dapat dikomunikasikan, maka laporan dapat digunakan oleh pihak lain untuk tujuan tertentu. Laporan yang dibuat harus jelas tujuannya. Pada umumnya, laporanmempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :

a. mengatasi masalah 
b. mengambil keputusan 
c. mengetahui perkembangan/kemajuan 
d. mengadakan pengawasan, pengendalian atau perbaikan 
e. menemukan teknik-teknik baru.

Ilustrasi berikut ini menunjukkan bahwa tujuan pembuatan laporan tidak hanya satu tujuan melainkan dapat lebih dari satu tujuan, yaitu menumpuknya barang-barang di gudang. Setelah mendapatkan informasi secukupnya, dapat diketahui penyebab menumpuknya barang di gudang. Salah satu penyebabnya adalah pemasukan barang ke gudang yang cepat tetapi arus keluarnya lambat karena otorisasi yang lambat. Di samping itu, barang yang sudah diizinkan keluar dari gudang belum dapat diangkat karena kendaraan yang ada terbatas jumlahnya. Informasi lain adalah sempitnya gudang rumitnya sistem yang dianut.

Peranan Laporan

1. Peranan Laporan Dalam Organisasi

Laporan merupakan alat komunikasi ke atas dalam suatu organisasi. Dengan alat inilah pimpinan diberikan umpan balik (feed-back), sehingga pimpinan memungkinkan untuk menguji atau mengubah kebijaksanaan yang telah dibuat. Di samping itu, laporan juga sebagai alat manajerial dalam melaksanakan tugas/fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengawasan dan pengendalian.

2. Peranan Laporan "administrative communication"

Peranan laporan dalam administrative communication sangat strategis yaitu sebagai berikut.

a. Pertanggungjawaban dan pengawasan/pengendalian 
Laporan merupakan suatu pertanggungjawaban dari seorang pejabat/petugas kepada atasannya sesuai dengan tugas dan fungsi yang dibebankan kepadanya. Dari laporan itu seorang atasan akan meneliti tentang pelaksanaan tugas dan fungsi oleh pejabat bersangkutan. 

b. Penyampaian Informasi 
Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa laporan merupakan alat untuk menyampaikan informasi.

c. Bahan Pengambilan Keputusan
Untuk keperluan pengambilan keputusan seorang pimpinan memerlukan data/dan informasi yang berhubungan dengan keputusan yang akan diarnbil. Data dan informasi yang akan diambil. Data dan informasi itu berasal dari laporan-laporan yangdisampaikan ke semua satuan organisasi atau oleh semua satuan organisasi atau oleh pejabat di dalam organisasi.

d. Alat Pembina Kerja Sama
Laporan dapat berperan sebagai salah satu alat untuk membina kerja sama. Saling tukar informasi, saling pengertian, dan koordinasi antara atasan dan bawahan sangat mendukung kerjasama yang baik.

e. Alat Pengembangan Cakrawala Wawasan
Dengan saling tukar informasi, maka Pengetahuan kita sebagai pelaksana atau pimpinan akan bertambah luas dan mendorong timbulnya gagasan baru. Inovasi tugas dapat dikembangkan berdasarkan pengalaman orang lain.








Sumber :

Sabtu, 29 September 2018

Making and Receiving Telephone Calls

Here is the start of an informal telephone call between friends:

[B calls A]

A: Hello.

B: Hi, Kathryn. (ways of saying hello)

A: How are you?

B: Great, and you? (ways of asking how are you?)

A: Good, thanks.

B: I was wondering if you’d be interested in going to the cinema with me tonight? (explaining why you called)

When you call someone you don’t know:

[B calls A]

A: Hello.

B: Hello, my name is Chloe Anderson, and I’m calling about the job you have advertised in the Evening Herald. (caller identifies who they are and why they are calling)

Warning: When we want to tell someone who we are, we say my name is …, this is … or it’s …:

[B calls A]

A: Hello.

B: Hi. My name is Jenny and your friend Cathy gave me your number.

A: Oh yes, hello Jenny. Cathy has mentioned you.

Hello. My name is John Pierce. I am calling about your advertisement in the local paper this week.

[B calls A]

A: Hello.

B: Hello. Is that Ellie?

A: No, this is Carmel.

Not: No, I’m Carmel

[B calls A]

A: Hello.

B: Hi. Can I speak to Lesley?

A: Who’s calling?

B: It’s Ian. I work with her.

In many languages you answer the phone by giving your name. In English we don’t unless we represent a company or an institution:

[B calls a beauty salon]

A: Tranquillity Beauty Salon. Maria speaking, how can I help you?

B: I wonder if I could have an appointment for a facial tomorrow afternoon?

[B calls an electrical company]

A: All Electrics. How can I help you?

B: Could I speak to the manager, please?

A: Certainly. I’ll put you through to her office.

Ending a phone call

We often use discourse markers such as right and okay when we want to end a call:

A: That was nice that you invited your mum around for her birthday. I bet she was so happy.

B: Yeah. It was really nice.

A: Right, well I’d better be going.

B: Okay, thanks for calling, Liz.

A: Okay, bye, Mel.

B: Bye.

Asking for someone

If we want to ask for someone, we say can I speak to X please? or is X there please? (more informal):

A: Hello. Can I speak to Jackie, please?

B: Speaking. (This means that Jackie is the person who answered the phone.)

A: Hi. Is Emma there, please?

B: I’ll get her for you now.

Asking someone to wait

If we want to ask someone to wait, we usually say can you hold (on) (a minute) please?:

A: Is Carol there, please?

B: Sure. Can you hold on a minute please and I’ll get her for you?

A: Can I speak to Mr Peterson, please?

B: Absolutely. Can you just hold a second and I’ll put you through to his office?

When someone is not available

When someone phones and asks to speak to someone who is not available, we say X is not available or X is not here or X is not in his/her office and we usually offer to take a message:

A: Can I speak to Laura Watts, please?

B: I’m afraid Laura is not available at the moment. Can I take a message?

A: Can you tell her that Esther called and that I’ll call her back later.

A: Can I speak to Mr Richard Nicks, please?

B: I’m afraid Mr Nicks is not in his office right now. Can I take a message?

A: No, that’s fine. I’ll call back later.






Sumber :
https://dictionary.cambridge.org/grammar/british-grammar/functions/telephoning

Jumat, 28 September 2018

Introducing Yourself and Others

How to Fearlessly and Confidently Introduce Yourself in English in 6 Simple Steps

1. Break the Ice

“Break the ice” is a common English expression. It means “to get comfortable with someone.”

There are many ways to start talking to someone new. I recommend that you memorize only two or three, so you don’t forget them.

Pick ones that you can use anywhere, anytime. Which ones sound most natural to you? The most important thing is that you’re comfortable saying them.

Here’s the easiest one: just say hello and your name. Then, if possible, shake hands.

                Amy: Hello. I’m Amy.

                (Offer your hand.)

                Brian: Hello, I’m Brian.

                (Shake hands.)

                Amy: Nice to meet you.

See? It’s that easy. You can also break the ice by using other common greetings like “good morning,” “good afternoon” and “good evening.”

Aside from asking questions, another good way to break the ice is to ask for very basic information. This gives you a reason for starting the conversation.

Here are some examples:

                Excuse me, do you know what time it is?

                Sorry to bother you, but where is the meeting?

                Excuse me, are you going to the restaurant?

Pick a topic that is happening currently, and that you actually want or need information about.

Another great ice breaker is a compliment. Find something you like about them and tell them.

Be a little careful here when picking an object to compliment. Don’t compliment them as a whole person, because they might be offended or think it’s too forward (overly-friendly).

                I love your dress.

                You have a beautiful dog.

                Is that your car? I really like it.

2. Ask Follow-up Questions

You need to keep the conversation going.

To do this, have more simple questions ready. Like before, have three or four questions memorized.

Questions are always better than comments, because they make the other person talk, and this gives you time so that you can think of new things to say.

How are you?

Where are you from?

What are you doing here? or What brings you here?

Are you having a good time?

3. Listen and Ask More Questions

Two High School Students Standing Outside Building

If you aren’t confident in your English skills, it’s much easier to listen to the other person than it is to speak.

Pay attention to the answers from your first questions and ask for more details. People like talking about themselves, so this won’t be a problem. Below are some sample conversations.

                Amy: How are you?

                Brian: A little tired.

                Amy: Why is that?

                Brian: I didn’t sleep well last night.

                Amy: I’m sorry to hear that. What went wrong?


                Brian: I’m a bit jet-lagged from my flight.


                Amy: I bet. Where did you fly from?


                Brian: I came from London last night.


                Amy: That’s far! Was it a long flight?


                Brian: Just a few hours. But I had a long layover in Frankfurt.


You can see how Amy keeps the conversation going each time by asking Brian for more information. When she does this, she also learns more about him.

Let’s look at another example:

                Amy: Where are you from?

                Brian: I’m from England.


                Amy: Wow! That’s far! When did you arrive?


                Brian: I flew in last night.


                Amy: Was it a long flight?


                Brian: Just a few hours. But I’m still feeling jet-lagged.


                Amy: What’s the time difference?


We can see how this conversation is a little different, but the same questions still work.

When we meet people, we usually have similar conversations to introduce ourselves and get to know each other better. That’s why it’s important to practice these introductions and memorize some of these common questions.

Let’s look at one more example. Let’s say Amy and Brian are both at a business conference.

                Amy: What are you doing here?

                Brian: I’m here for the conference.


                Amy: So am I. What company are you from?


                Brian: I’m with the Sales team from Samsung.


                Amy: That’s really interesting. Do you like it?


                Brian: Most of the time, yes.


                Amy: What do you like about it?


                Brian: I get to travel to nice conferences like this!

When you’re traveling for business, asking what people do for work is always a safe bet. However, be careful to keep the conversation positive. Don’t say anything bad about their work in case they disagree with you!

4. Prepare Basic Answers about Yourself

Conversation isn’t always about asking questions.

Eventually, the people you’re talking to are going to ask you the same questions that you’re asking them. Because of this, it’s very important that you can answer these questions easily. Keep your answers short and simple so you have less time to make mistakes.

Have answers ready for these questions:

                Where are you from?

                What do you do?


                What are you doing here?


                Do you like your job?


                How was your trip?


                Are you having a good time?


                What do you think of the weather?


                What do you think of the movie/event/conference/restaurant?


Even when questions are specific, you can have a general response prepared. Say something generally positive, then add in more detail. Adding the detail keeps the conversation interesting. Then you can ask a question.

Example 1:

                Brian: What do you think of restaurant?

                Amy: It’s really nice. I especially liked the fish. Did you?


Example 2:

                Brian : How do you find the conference?

                Amy   : It’s really interesting. I especially liked the first speaker. What                                did you think?


Example 3:

                Brian : How was your trip?

                Amy  : It was mostly fine. I only had one layover. How was yours?


5. Have an Exit Plan

Not all conversations are going to be good.

If you find you have nothing more to say or you’re not connecting with the person you’re talking with, you need a way to leave politely. Otherwise, there could be a lot of awkward silences. Here are a few key lines for leaving politely:

                Excuse me, I need to (find my friend/go to a meeting)

                Well, it’s been lovely talking to you.


                Best of luck.


                Nice to meet you, Brian.


                I hate to run off, but I need to go.


                Let me give you my card before I go.


                Enjoy your time here!


As you say these phrases, hold out your hand for a handshake, making it clear that you’re ending the conversation.

6. Smile and Be Confident

how to introduce yourself in english

You’re your own biggest judge.

Most people will be happy that you came and talked to them. Even if you make a mistake, keep talking. People will remember your smile and your confidence more than any small errors.

Finally, practice saying these expressions a few times at home or with a friend so that when you meet someone new, you’ll be prepared.






Sumber :
https://www.fluentu.com/blog/english/how-to-introduce-yourself-in-english/


Kamis, 17 Mei 2018

Mata Uang Kripto EOS

Bagi pecinta Cryptocurrencies (Kriptografis/Mata Uang Kripto/Aset Kripto Digital), pasti sudah tidak asing lagi dengan situs Coinmarketcap.com dan Coinranking.com yang menyediakan seluruh data yang diperlukan untuk analisa kripto. Nah, jika bermain ke situs Coinranking.com, kita bisa mengetahui keseluruhan Ranking atau peringkat mata uang kripto menurut kepopulerannya dan total valuasi marketnya. EOS menempati posisi ke-5 menurut coinmarketcap.com. Bukan hal mudah untuk menduduki 10 peringkat besar untuk mata uang kripto, karena diharuskan untuk memberikan manfaat yang besar dalam masa depan dunia ekonomi, serta harus dapat diterima secara global.


Hasil gambar untuk eos crypto

Apa Itu EOS?
EOS merupakan suatu platform perangkat lunak dengan arsitektur dasar penciptaan Blockchain yang dirancang untuk memungkinkan penskalaan secara vertikal dan horizontal sekaligus. Sebuah platform terdesentralisasi yang dapat diadopsi oleh berbagai perangkat lunak yang dikembangkan oleh para developer.

EOS menyediakan akun, autentikasi, database, serta komunikasi asinkron, dan penjadwalan aplikasi di beberapa Core atau Culster CPU. Arsitektur Blockchain yang dimiliki EOS dapat memungkinkan penskalaan yang besar, sehingga jutaan transaksi dapat diproses setiap detiknya. Apalagi, biaya transaksi dapat ditekan hingga ke angka mikro, atau hampir mendekati angka nol, sehingga efisiensi terhadap penggunaan Blockchain dapat tercapai.

EOS adalah sebuah sistem terdesentralisasi berbasis Blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung semua aplikasi desentralisasi berskala Komersial dengan menyediakan semua fungsi inti yang diperlukan. Sehingga memungkinkan EOS untuk diadopsi pada aplikasi berbasis Web maupun Mobile.

Komunikasi asynchronous EOS dan pemrosesan paralel memberikan skalabilitas yang stabil, sementara Ownership Model yang dimiliki EOS akan menghilangkan biaya transaksi. Fitur tersebut membuat EOS menjadi pesaing serius terhadap Ethereum (ETH), meskipun ICO EOS mengambil basis yang dimiliki Ethereum.

EOS menggunakan Delegated-Proof-of-Stake, dimana kemampuan untuk memperbaiki perubahan bug dan rollback pertama kali diperkenalkan dengan konsensus super mayoritas.

EOS diciptakan oleh block.one, yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung keseluruhan kebutuhan desentralisasi pada tingkat komersial dengan menyediakan seluruh fungsi inti yang diperlukan, misalnya database, akun, signature (perizinan), schedule (penjadwalan), autentikasi, dan penanganan komunikasi antara aplikasi yang terhubung di jaringan internet. Sehingga, EOS akan lebih memudahkan para pelaku bisnis untuk tetap fokus pada pengembangan bisnis mereka sendiri daripada fokus pada sistem pembayaran.



Fitur Unggulan Mata Uang Kripto EOS
Dua fitur yang dijanjikan oleh EOS benar-benar menarik perhatikan hampir seluruh kalangan pecinta kriptografi, baik pedagang, investor, maupun para pelaku bisnis.

  • Penghapusan Biaya Transaksi

Saat ini pada kebanyakan mata uang kripto di 10 peringkat besar masih membebankan biaya transaksi yang lumayan besar. Sebagai contoh kita ambil Bitcoin (BTC) yang saat ini berada di peringkat pertama dari jajaran 1,373 mata uang kripto yang beredar saat ini. Bitcoin (BTC) menurt data dari Earn.com , Bitinfochart, dan Bitfinex saat ini memiliki biaya rata-rata $35 per transaksi. Hal ini membuat transaksi senilai kurang dari $1,000 akan terasa tidak masuk akal, karena biaya transaksi yang sangat membengkak tersebut.

Berbeda dengan EOS yang memiliki fitur transaksi tanpa Fee, karena ada fitur Ownership Model atau Model Kepemilikan dimana pengguna memiliki dan berhak untuk menggunakan sumber daya yang proporsional dengan saham mereka sendiri, daripada harus membayar untuk setiap transaksi. Artinya, ada keharusan seseorang memiliki beberapa keping EOS untuk dapat menikmati fitur transaksi bebas biaya tersebut.

  • Skalabilitas EOS

Kita ambil contoh lagi Bitcoin (BTC) yang saat ini sedang terkendala masalah skalabilitas yang parah, dimana setiap transaksi akan "macet dalam antrian" untuk kurun waktu antara 38 menit hingga 1,188 menit. Hal inilah yang kemudian membuat Bitcoin (BTC) hampir tidak bisa lagi disebut dengan alat pembayaran instan, karena proses validasi transaksi memakan waktu yang cukup lama. Apalagi menurut data dari Blockchain.info, jaringan Blockchain Bitcoin saat ini hanya mampu untuk memproses 3 hingga 14 transaksi per detiknya.

EOS menghadirkan skalabilitas yang tinggi. Jutaan transaksi dapat diproses setiap detik dengan komunikasi asinkron dan pemrosesan paralel.

Dengan kedua fitur unggulan di atas, tidak heran jika EOS pada masa depan dapat menjadi pesaing serius terhadap Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang saat ini masih bertengger di posisi 1 dan 2 dari keseluruhan mata uang kripto yang ada di dunia ini.



Fix Bugs and Rollback
Selain kedua fitur yang dijelaskan di atas, baru-baru ini EOS juga memperkenalkan sebuah kemampuan "Fix Bugs and Rollback", artinya kemampuan memperbaiki bug (celah) dan rollback dapat dilakukan dengan konsensus supermayoritas, daripada menggunakan Hard Fork seperti mata uang kripto pada umumnya.

Hal ini karena EOS menggunakan bukti-bukti saham yang didelegasikan, dimana banyak node saksi dinominasikan oleh jaringan sebagai perwakilan untuk membuat keputusan tingkat tinggi tertentu dengan lebih cepat, tanpa harus menunggu keseluruhan voting dari seluruh jaringan. Sedangkan pada mata uang kripto lain yang menerapkan Hard Fork, harus menggunakan sistem voting dari para pengembang dan penambang hingga mencapai minimal 90%.

Meskipun fitur ini dapat mengurangi desentralisasi jaringan EOS, namun kontribusi yang didapatkan akan sangat bermanfaat terhadap kemampuan perusahaan mainstream untuk mengadopsi dan berinteraksi dengan teknologi Blockchain secara efektif dan efisien.








Source :
coinmarketcap.com
www.seputarforex.com/artikel/bitcoin/lihat.php?id=281687&title=mengenal_mata_uang_kripto_eos

Rabu, 25 April 2018

Pendapat Saya Tentang Utang Negara

Jakarta - Utang pemerintah yang saat ini tembus Rp 4.000 triliun dianggap belum sepenuhnya tercatat secara keseluruhan. Utang pemerintah diproyeksikan tembus Rp 7.000 triliun jika dihitung dari utang pemerintah dan swasta.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan total utang pemerintah Indonesia yang sebesar Rp 4.034,8 triliun belum termasuk dengan utang swasta dan BUMN.

Menurut Enny di kantor Indef, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Utang pemerintah biasanya digunakan untuk membiayai defisit anggaran, dan utang swasta dilakukan oleh korporasi swasta dan BUMN.

Data yang disampaikan Enny berbeda dengan yang dicatat Bank Indonesia (BI)

Jika melihat utang luar negeri (ULN) dari sektor swasta periode Januari 2018 tercatat US$ 174,2 miliar atau tumbuh dibandingkan periode Desember 2017 US$ 172,3 miliar. Total ULN swasta per Januari 2018 itu setara dengan Rp 2.349 triliun (kurs Rp 13.500)

Sedangkan pencatatan BI mengenai utang luar negeri pemerintah sama seperti yang dicatatkan oleh pemerintah, yakni sesuai pada struktur utang yang mencapai Rp 4.034,8 triliun per Februari 2018. 

➧Pendapat saya menurut artikel diatas : menurut beberapa sumber utang Indonesia berbeda-beda. Hal ini diperlukan penyelarasan atau pencocokan sehingga adanya kepastian berapa utang Indonesia saat ini. Jika kita mengambil kesimpulan utang Indonesia adalah sebesar lebih dari Rp 7.000 triliun. Utang Indonesia makin hari makin bertambah dikarenakan kurangnya pengawasan dan kewaspadaan terhadap pengelolaan utang.
Menurut salah seorang utang Indonesia bertambah karena adanya pembangunan infrastruktur. Pemerintah ingin segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut. Ini bisa menjelaskan mengapa utang Indonesia bisa melonjak tinggi bersamaan dengan naiknya kurs rupiah terhadap dollar AS. Utang boleh-boleh saja asalkan dikelola secara hati-hati dan digunakan untuk hal yang produktif dan perlu adanya pengawasan yang ketat sehingga utang tersebut tidak disalah gunakan.

Kamis, 22 Maret 2018

My Opinion

Isi Ulang Go-Pay Lewat Bank Bayar Rp 1.000, Lewat Driver Gratis

Jakarta - Isi saldo Go-Pay akan dikenakan biaya jasa sebesar Rp 1.000 per transaksi. Dari laman resmi Go-Jek kebijakan ini akan berlaku pada 30 April 2018.

Selain itu, biaya isi saldo ini hanya berlaku untuk pengguna yang isi ulang menggunakan layanan electronic channel (e-channel) bank. Tujuh bank tersebut antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PermataBank.

Mengutip laman resmi Bank Mandiri, biaya administrasi tersebut hanya untuk topup GoPay pengguna saja, sedangkan untuk produk TopUp atau isi ulang GoPay lewat driver saat ini tidak dikenakan biaya administrasi.

"Biaya administrasi ini akan berlaku efektif di e-channel Bank Mandiri terhitung mulai tanggal 1 Mei 2018. Sebelum 1 Mei 2018, untuk transaksi Top Up GoPay Driver tidak dikenakan biaya administrasi," tulis keterangan tersebut dikutip detikFinance, Senin (19/3/2018).

Penetapan biaya administrasi Top Up GoPay Customer ini merupakan wujud upaya GoPay dalam mendukung sistem pembayaran di Indonesia dan dalam rangka peningkatan sistem.

Hal tersebut untuk menjaga agar GoJek dan perbankan di Indonesia dapat menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna atau nasabah.

Source :


➧Menurut saya tentang berita diatas dengan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 1.000, jika mengisi ulang Go-Pay lewat akan menigkatkat stabilisasi ekonomi masyarakat yang mana Gojek sudah dianggap transportasi sehari-hari untuk berpergian dan pastinya pengisian Go-Pay akan sering terjadi. Yang tadinya biaya administrasinya sebesar Rp. 2.500 turun menjadi Rp. 1.000. Mungkin harga sebelumnya termasuk lumayan tinggi bagi masyarakat. Jadi, pihak terkait menurunkan biaya tersebut menjadi Rp. 1.000. Biaya tersebut sudah pas untuk masyarakat. Jika tidak mau dikenakan biaya administrasi masyarakat bisa bertransaksi isi ulang Go-Pay melalui Driver Go-Jek.


Senin, 25 Desember 2017

Kopkar Sampoerna Mempunyai Jenis Koperasi Lain Selain Koperasi Simpan Pinjam



Tujuan dari analisis ini dibuat untuk mengetahui jenis dan bentuk Kopkar Sampoerna. Jenis koperasi yang dibahas adalah jenis koperasi menurut PP No. 60/1959 dan jenis koperasi menurut Teori Klasik. sedangkan bentuk koperasi sesuai PP No. 60/1959 Pasal 13 Bab IV dikatakn bahwa yang dimaksudkan dengan bnetuk koperasi ialah tingkat-tingkat koperasi yang didasarkan pada cara-cara pemusatan, penggabungan, dan perindukannya.

BAB VII. Jenis dan Bentuk Koperasi

Jenis Koperasi

Menurut PP No. 60/1959
  1. Koperasi Desa : multipurpose cooperatives, dalam arti bahwa koperasi tersebut mempunyai lebih dari satu jenis usaha.
  2. Koperasi Pertanian : koperasi ini tidak hanya mengurus hasil panen pertanian saja, tapi juga mengolah hasil panen menjadi bahan makan setengah jadi dan di pasarkan oleh setiap anggota koperasi, sehingga laba yang terkumpul dapat menambah kelangsungan hidup koperasi.  
  3. Koperasi Peternakan : sama halnya dengan koperasi pertanian. 
  4. Koperasi Perikanan : koperasi ini tidah hanya menggarap ikan dari laut lalu di distribusikan tetapi juga ada yang membiakkan ikan yang mana hasilnya akan di pasarkan.
  5. Koperasi Kerajinan/Industri : koperasi ini membuat kerajinannya sendiri atau produk yang akan di pasarkan
  6. Koperasi Simpan Pinjam : sebagaimana yang kita ketahui koperasi simpan pinjam menawarkan jasa simpan dan pinjaman uang yang mana nanti ada balas jasa atau disebut bunga.
  7. Koperasi Konsumsi : koperasi yang menyediakan barang-barang keperluan sehari-hari yang dapat langsung digunakan.
Dari jenis-jenis koperasi menurut PP No. 60/1959 Kopkar Sampoerna merupakan salah satu Koperasi Simpan Pinjam. Karena koperasi tersebut menyediakan jasa simpan pinjam dan ada kebijakan yang mengaturnya. Selain jenis Koperasi Simpan Pinjam Kopkar Sampoerna juga merupaka Koperasi Konsumsi karena koperasi ini memiliki minimarket yang menyediakan barang-barang keperluan sehari-hari yang dapat digunakan selain anggota.

Menurut Teori Klasik
  1. Koperasi pemakaian : tujuan dari koperasi ini membeli barang-barang yang dibutuhkan anggota-anggotanya dan membagi barang-barang itu kepada mereka.
  2. Koperasi penghasil atau Koperasi produksi : tujuan dari koperasi ini ialah mengerjakan sesuatu secara bersama-sama.
  3. Koperasi Simpan Pinjam : tujuannya adalah memberi kesempatan kepada anggotanya untuk menyimpan dan meminjam uang.
Dari jenis koperasi menurut Teori Klasik Kopkar Sampoerna merupakan salah satu jenis Koperasi Simpan Pinjam sama halnya dengan jenis koperasi menurut PP No. 60/1959. Disamping jenis Koperasi Simpan Pinjam Kopkar Sampoerna memiliki minimarket yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Minimarket ini merupakan penghasil tambahan untuk Kopkar Sampoerna dan bisa digunakan selain anggota koperasi. Jadi, bisa dikatakan Kopkar Sampoerna juga merupakan jenis Koperasi Penghasil.

Ketentuan Penjenisan Koperasi sesuai UU No. 12 / 1967

  1. Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas /kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.
  2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepetingan dan perkembangan Koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.
Dari penjelasan diatas Kopkar Sampoerna sudah sesuai dengan ketentuan penjenisan koperasi menurut UU NO. 12/1967. Karena Kopkar Sampoerna mempunyai kesamaan aktivitas /kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya. Sedangkan bentuk koperasi

Bentuk Koperasi

Sesuai PP No. 60/1959

  1. Koperasi Primer, dibentuk sekurang-kurangnya 20 orang yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.
  2. Koperasi Pusat, terdiri dari dari sekurang-kurangnya 5 koperasi primer yang berbadan hukum. Koperasi ini daerah kerjanya adalah daerah tingkat II (tingkat kabupaten).
  3. Koperasi Gabungan, terdiri dari sekurang-kurangnya 3 pusat koperasi yang berbadan hukum. Gabungan Koperasi ini daerah kerjanya tingkat I (tingkat provinsi).
  4. Koperasi Induk, terdiri dari sekurang-kurangnya 3 gabungan koperasi yang berbadan hukum. 
Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis koperasi itu mempunyai 3 jenjang, seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Karyawan (KOPKAR); pada tingkatan nasional, KUD mempunyai Induk (INKUD); sedangkang pada tingkatan provinsi PUSKUD. Demikian pula dengan KOPKAR (Kopkar Sampoerna), Induknya bekedudukan di Ibukota Tingkat Nasional, Pusatnya berada di Ibukota Provinsi.

Dalam hal ini, bentuk Koperasi  masih dikaitkan dengan pembagian wilayah administrasi.

Sesuai Wilayah Administrasi Pemerintah 
  • Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa
  • Di tiap Daerah Tingkat II ditumbuhkan  Pusat Koperasi
  • Di tiap Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
  • Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya tidak semua jenis koperasi itu mempunyai 3 jenjang, seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Karyawan (KOPKAR). 

Koperasi Primer dan Sekunder

  • Koperasi Primer merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari orang–orang.
  • Koperasi Sekunder merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperasi .

Induk-induk Koperasi, Gabungan-gabungan Koperasi, dan Pusat-pusat Koperasi itu merupakan Koperasi Sekunder. Jadi, Koperasi Karyawan yang berada di perusahaan-perusahaann, Koperasi Pegawai Negeri yang berada di Unit Lembaga Pemerintahan, dan Koperasi Unit Desayang berada di desa-desa yang anggota-anggotanya adalah orang-orang disebut Koperasi Primer. Sehingga Kopkar Sampoerna merupakan Koperasi Primer.




Referensi :

Sattar (2017) Buku Ajar Ekonomi Koperasi. Yogyakarta : Deepublish.

Kopkar Sampoerna (2013) Koperasi Karyawan Sampoerna [online]. Available from: kopkarsampoerna.com/kopkarsampoerna/index.php [Accessed 26 Desember 2017]

Firdaus, M (n.d) Bahan Ekonomi Koperasi. Depok: Universitas Gunadarma

MEETING 4

MEETING 4 BAHASA INGGRIS BISNIS 2 Created by : Anisa Aulia Toha (20216901) Anisah Haura Tsamarah (20216916) Elfrida Siantu...