Jumat, 27 Oktober 2017

Bab II Pengetian dan Prinsip-Prinsip Koperasi

Kopkar Sampoerna merupakan perkumpulan orang-orang yang bersatu secara sukarela membentuk lembaga sosial-ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya secara bersama-sama. Sesuai pada pengertian koperasi yang mengandung makna ”kerja sama”. Koperasi (cooperative) bersumber dari kata co-operation yang artinya “kerja sama”.

Koperasi Indonesia mempunyai beberapa fungsi yang berkaitan. Berikut penerapan fungsi koperasi pada Kopkar Sampoerna :
  • Fungsi Sosial 
Adanya beberapa jenis pinjaman, seperti pinjama regular untuk memenuhi kebutuhan, pinjaman pendidikan untuk meringankan beban biaya pendidikan, dan pinjaman modal usaha.
  • Fungsi Ekonomi 
SHU atau Sisa Hasil Usaha yang nilai itu didapat dari perolehan hasil dari segala macam kegiatan Kopkar Sampoerna.
  • Fungsi Politik  
Adanya struktur organisasi.
  • Fungsi Etika 
Etika dalam koperasi biasanya berkaitan dengan norma. Norma yang diterapkan adalah kekeluargaan, kejujuran, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Menurut Mubyarto,definisi dari  Gotong royong adalah kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama, sementara Tolong-menolong atau bantu membantu menunjukkan pada pencapaian tujuan perorangan. Sama halnya dengan koperasi yaitu bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. jado, perbedaan dari gotong royong dengan koperasi adalah gotong royong tidak terstruktur, sedangkan koperasi terstruktur.

Pengertian Koperasi

  • Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi. Tapi dalam Kopkar Sampoerna ada satu elemen yang tidak sesuai, yaitu penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan. Di dalam Kopkar Sampoerna ini jika ini menggunakan layanan pinjaman harus terdaftar menjadi anggota berikut memenuhi syaratnya.
  • Dari definisi Koperasi menurut Chaniago “ Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang - orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya”. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya Kopkar Sampoerna merupakan perkumpulan orang-orang yang bersatu secara sukarela membentuk lembaga sosial-ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya secara bersama-sama. 
  • Definisi Koperasi menurut Dooren merupakan perluasan pengertian dari definisi Koperasi. 
  • Menurut Munkner koperasi semata-mata bertujuan ekonomi padahal didalam fungsi koperasi ada fungsi sosial. Dan Kopkar Sampoerna mempunyai kedua fungsi tersebut.
  • Dari definisi koperasi menurut UU No.25 /1992 koperasi Indonesia mempunyai 5 unsur. Kopkar Sampoerna mempunyai 5 unsur tersebut karena koperasi ini mendasari dasar hukum UU No.25 /1992. 
Tujuan Koperasi

Koperasi Indonesia mempunyai fungsi yang tertuang dalam pasal 4 UU No.25 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Kopkar Sampoerna memiliki semua fungsi yang tertera pada pasal 4 UU No.25 Tahun 1992 tentang perkoperasian yang sudah dijelaskan sebelunya.

Prinsip-Prinsip Kopkar Sampoerna
  • Keanggotaan Terbuka dan Sukarela
  1. terbuka bagi semua komunitas
  2. tidak ada diskriminasi thd. Agama, suku, dan jender
  3. tidak ada pemaksaan
  •   Pengendalian oleh Anggota secara Demokrasi
  1. satu anggota satu suara
  2. hak yang sama dalam memilih maupun dipilih
  3. hadir dan berparsisipasi aktif
  •   Partisipasi Ekonomi Anggota
  1. penyertaan modal
  2. pembagian SHU didasarkan pada keaktifan bertransaksi
  3. pembentukan kekayaan bersama
  •   Otonomi dan Kemerdekaan
  1. kekuasaan tertinggi pada rapat anggota
  2. tidak ada pengendaliaan/pemaksaan dari pihak lain
  •   Pendidikan, Pelatihan dan Informasi
  1. dibentuk dana pendidikan untuk pelatihan
  2. hak untuk mendapatkan informasi keuangan dsb.
  •   Kerjasama antar Koperasi
  1. kerjasama dengan induk Koperasi
  2. kerjasama dengan koperasi lainnya
  •   Kepedulian terhadap Lingkungan
  1. berpartisipasi pada pembangunan masyarakat sekitar
  2. memberi nilai lebih pada masyarakat sekitar
Dari prinsip-prinsip diatas jika dibandingkan dengan prinsip koperasi menurut para ahli dan menurut undang-undang yang sudah dijelaskan. Prinsip Kopkar Sampoerna memiliki semua prinsip tersebut.

Bab III Organisasi dan Manajemen Organisasi

Bentuk Organisasi

Hanel menjelaskan bahwa organisasi adalah suatu sistem sosial ekonomi atau sosial teknik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan. Kopkar Sampoerna adalah organisasi yang memilki fungsi sosial dan ekonomi yang memiliki tujuan.

Berikut Struktur Kopkar Sampoerna

Kepengurusan untuk Masa Bakti 

Ketua Umum                                                           :         Widodo Heri Kusriwinto
Ka. Bidang Organisasi                                            :         Hendriawan Arief Wibowo
Ka. Bidang Usaha                                                   :         Sri Lestari
Ka. Bidang Keuangan                                             :         Ayuna Nur Mustika
Bendahara                                                               :         Aprilianita
Sekretaris                                                                :         Jarmi
Ketua Pengawas                                                     :         Fuad Wijanarko
Anggota Pengawas                                                 :         Endang Tutik

Anggota Pengawas                                                 :         Yuliana Tati Harijani
Koordinator Unit Pelayanan Rungkut 1                 :         Supriyati
Koordinator Unit Pelayanan Rungkut 2                 :         Titik Sri Wahyuni
Koordinator Unit Pelayanan Taman Sampoerna    :         Mansur
Koordinator Unit Pelayanan Sukorejo                   :         Yusuf
Koordinator Unit Pelayanan Malang                     :         Anissa
Koordinator Unit Pelayanan Jakarta                      :         Welly Wiryanto
Koordinator Unit Pelayanan Karawang                 :         Budi Mulyono

Manajer                                                                  :         Didik Harsoyo

Paul Hubert Casselman mengatakan bahwa koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya. Kopkar Sampoerna memiliki prinsip-prinsip ekonomi yang merupakan cerminan dari prinsip koperasi yang dijelaskan oleh para ahli dan undang-undang. Kopkar Sampoerna memiliki 4 unsur manajemen koperasi yang dijelaskan oleh Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D dan perangkat organisasi koperasi (UU No. 25/1992).

Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda atau pendekatan, yaitu pendekatan sosiologi dan pendekatan neo klasik. Kopkar Sampoerna memilki pendekatan sosiologi karena koperasi tersebut mempunyai fungsi sosial dan fungsi ekonomi.

Bab IV. Tujuan dan Fungsi Koperasi


Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan usaha memiliki jenis-jenis, yaitu koperasi, BUMN, Perjan Perum, Persero, BUMS, Perusahaan Persekutuan, Firma, Persekutuan komanditer, Perseroan Terbatas, dan Yayasan. Kopkar Sampoerna merupakan salah satu jenis badan usaha koperasi yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan.

Mengapa Kopkar Sampoerna sebagai badan usaha?
  • Koperasi adalah badan usaha atau perusahaan yang tetap tunduk pada kaidah & aturan prinsip ekonomi yang berlaku (UU No. 25, 1992)
  • Mampu untuk menghasilkan keuntungan dan mengembangkan organisasi & usahanya
  • Ciri utama koperasi adalah pada sifat keanggotaan; sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa
  • Pengelolaan koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi rakyat memerlukan sistem manajemen usaha (keuangan, tehnik, organisasi & informasi) dan sistem keanggotaan (membership system)
Dari definisi Kopkar Sampoerna dapat disimpulkan tujuan Kopkar Sampoerna adalah dengan adanya koperasi ini maka dapat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan secara bersama-sama.

Berikut nilai Kopkar Sampoerna :

- Menolong diri sendiri
  • Modal dari dana anggota sendiri dan digunakan untuk transaksi dengan koperasi
- Tanggung jawab sendiri
  • Aktif hadir di rapat-rapat anggota
  • Berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan
- Demokratis
  • Pemilihan pengurus secara teratur
  • Satu anggota satu suara
- Persamaan
  • Hak untuk memperoleh informasi, didengar pendapatnya, berpartisipasi
- Keadilan
  • Imbalan terbatas diperhitungkan dengan simpanan, tapi lebih besar diperhitungkan dengan transaksi
- Kesetiakawanan
  • Lebih mengutamakan untuk kepentingan bersama, menjalin kemitraan, dan kerjasama.
- Kejujuran
  • Transparansi atas seluruh kegiatan dan transaksi, audit secara terus menerus.
Kegiatan Usaha Kopkar Sampoerna 

Status dan Motif Anggota Koperasi
  • Anggota sebagai pemilik (owners) dan sekaligus pengguna (users/customers)
  • Owners : menanamkan modal investasi
  • Customers : memanfaatkan pelayanan usaha koperasi dengan maksimal
  • Kriteria minimal anggota koperasi
  • Tidak berada di bawah garis kemiskinan & memiliki potensi ekonomi
  • Memiliki pola income reguler yang pasti


Setiap anggota koperasi memiliki kedudukan atau status dalam koperasi begitu pula dengan Kopkar Sampoerna. Untuk menjadi anggota koperasi harus memilki kriteria minimal yang sudah ditetapkan.

Kegiatan Usaha
  • Usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan  kesejahteraan anggota.
  • Dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat (bila terdapat kelebihan kapasitas; dalam rangka optimalisasi economies of scale).
  • Usaha dan peran utama dalam bidang sendi kehidupan ekonomi rakyat.


Usaha Kopkar Sampoerna dalam mensejahterahkan anggotanya adalah dengan memberi pinjaman atau bantuan untuk kebutuhan. Selain itu Kopkar Sampoerna juga memiliki minimarket untuk bisa memberikan kehidupan ekonomi rakyat.

Permodalan Koperasi

  • UU 25/992 pasal. 41; Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman (luar).
  • Modal Sendiri ; simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, donasi atau dana hibah. Didalam Kopkar Sampoerna  modal sendiri tidak hanya yang sudah disebutkan, yaitu; simpanan sukarela, simpanan berjangka sejahterah, simpanan tabungan prestasi pendidikan, dan simpanan tabungan qurban ikhlas.
  • Modal Pinjaman; bersumber dari anggota, koperasi lain dan atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dan sumber lainnya yang sah. Didalam Kopkar Sampoerna ada macam-macam pinjaman, yaitu pinjaman regular, pinjaman sosial, pinjaman pendidikan, dan pinjaman modal usaha.






Rabu, 04 Oktober 2017

Cara "Kopkar Sampoerna" Menjalankan Konsep Koperasi



Koperasi adalah badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya untuk memenuhi kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Sedangkan pengertian koperasi yang lebih formal adalah sesuai dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2012 pasal 1, yaitu: Koperasi: badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.
Menurut Undang – Undang Dasar Koperasi Nomer 25 Tahun 1992 “Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang yang melandaskan kegiatanya berdasarkan atas azas kekeluargaan”. Kopkar Sampoerna sudah sesuai dengan Undang – Undang Dasar Koperasi Nomer 25 Tahun 1992 karena koperasi tersebut adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.


Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomer 27 “Koperasi adalah badan usaha yang menggorganisasir pemanfaatan.dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip – prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat kerja pada umumnya”. Dengan demikian maka koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional. Walaupun koperasi ini tidak mencatumkan dasar hukum Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomer 27 (PSAK No. 27). PSAK No.27 ini penerapannya sama dengan Undang – Undang Dasar Koperasi Nomer 25 Tahun 1992 hanya menurut PSAK No. 27 koperasi tidak perlu  berdasar atas azas kekeluargaan. 



Maka dengan adanya pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kateristik atau ciri – ciri utama koperasi adalah sebagai berikut :

1.       Koperasi dibentuk oleh orang seorang yang memilki satu kepentingan atau satu tujuan        ekonomi yang sama.
2.       Koperasi didirikan dan dikembangkan dengan azas kekeluargaan, yang mengikat pada        nilai percaya diri, saling membantu/kesetiakawanan, keadilan, persamaan, dan demokrasi.
3.       Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur, dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri         oleh anggotanya.
4.       Fungsi dari badan koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam      rangka memajukan kesejahteraan anggotanya.

5.   Jika terdapat kelebihan dari hasil usaha maka kelebihan itu digunakan untuk dana    cadangan dan pemenuhan kebutuhan dari masyarakat umum yang bukan termasuk dari pada anggota koperasi.

Konsep Koperasi

Konsep koperasi menjadi 3 (tiga) macam yakni :
1.       Konsep koperasi barat
      Koperasi adalah organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Kopkar Sampoerna adalah koperasi dengan Konsep Koperasi Barat karena menurut definisinya, yaitu perkumpulan orang-orang yang bersatu secara sukarela membentuk lembaga sosial-ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya secara bersama-sama. 
2.     Konsep koperasi sosialis



     Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan      produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. Tujuannya untuk merasionalkan factor produksi          dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif.
3.     Konsep koperasi negara berkembang

     Konsep ini mampunyai ciri –ciri yaitu dominasi dari pemerintah yang terlalu campur tangan dalam hal        pembinaan dan pengembangannya. Tujuan dari konsep ini yaitu lebih untuk meningkatkan kondisi sosial       ekonomi anggotanya.

Aliran Koperasi
Paul Hubert Casselman
Secara umum aliran koperasi yang dianut oleh pelbagai negara di dunia dapat dikelompokan berdasarkan peran gerakan koperasi dalam system perekonomian dan hubungannya dengan pemerintah. Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran:

      •         Aliran Yardstick
         Aliran Sosialis
         Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

 1.       Aliran Yardstick

Ciri – ciri Aliran Yardstick :
1.       Aliran ini ada pada negara yang berideologi kapitalis atau ekonomi liberal.
2.       Fungsi koperasi dari pada aliran ini adalah sebagai kekuatan untuk mengimbangi, menetralkan, serta  mengoreksi kesalahan.
3.       Peran pemerintah tidak ada karena kebnberhasilan dan kejatuhan koperasi ditanggung sepenuhnya      oleh para anggotanya.
4.       Pengaruh aliran ini lebih kuat pada negara – negara barat, misalnya AS, Swedia, Denmark, Jerman,    Belanda dll.

2.       Aliran Sosilais

Ciri – ciri Aliran Sosialis :
1.       Koperasi hanya sebagai alat yang efektif untuk mensejahterakan masyarakat dan menyatukan rakyat.
2.       Pengaruh aliran ini lebih kuat pada negara Eropa Timur dan Rusia.

3.       Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

1.       Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
2.       Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama          dalam struktur perekonomian masyarakat.
3.       Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (Partnership). Pemerintah            sangat berperan dalam menciptakan pertuimbuhan ekonomi yang stabil bagi koperasi.
E.D. Damanik
Dalam buku “Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” karangan E.D. Damanik, Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :

         Cooperative Commonwealth School

Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan  dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.
M. Hatta dalam pidatonya tgl. 23 Agustus 1945 dg judul “Indonesia Aims and Ideals”, mengatakan bahwa yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi (what we Indonesias want to bring into existence is a Cooperative Commonwealth)

         School of Modified Capitalism / School of Competitive Yardstick

Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis

         The Socialist School

Suatu paham yang menganggap koperasi  sebagai bagian dari sistem sosialis

         Cooperative Sector School

Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara  kapitalis dan sosialis

      Dilihat dari ciri-ciri aliran koperasi menurut Paul Hubert Casselman Kopkar Sampoerna merunut ke Aliran Sosialis, sedangkan aliran menurut E.D. Damanik dalam buku "Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” adalah Cooperative Commonwealth School karena disitu dikatakan bahwa cerminan sikap yang menginginkan  dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.

       
       
      Sejarah Singkat Koperasi Karyawan Sampoerna
  1. Tanggal 8 Februari 1992 Kopkar Sampoerna dibentuk di Surabaya (BH No. 7298/BH/II/92), dengan Unit Pelayanan di Malang, Taman Sampoerna, dan Rungkut 1.
  2. Tahun 1993, UP bertambah di : Rungkut 2 dan Sukorejo.
  3. Tahun 1995, mengakuisisi PT Pradhana Mahartha (Apotik).
  4. Tahun 2002, bergabungnya UP Jakarta.
  5. Tahun 2009, pembukaan Sub UP Jakarta di Karawang.
  6. Tahun 2010, pembukaan Sub UP Sukorejo di Taman Dayu.


Referensi :

Bahan Ekonomi Koperasi







Selasa, 25 April 2017

Tugas 5 Perekonomian Indonesia

Perdagangan Internasional Dalam Era Globalisasi

Dalam era globalisasi ekonomi, perdagangan internasional antara negara menjadi kabur batasannya. Berkembangnya perdagangan internasional sejak didirikan General Agreemnet On Tariff and Trade (GAAT) pada tahun 1947 dengan tujuan memperluas perdagangan internasional sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Organisasi baru yang bernama Word Trade Organization (WTO). Untuk membantu perkembangan perdagangan internasional di negara-negara berkembangan, dibentuklan General System of Preference (GSP) oleh negara maju. Negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, telah melaksanakan globalisasi ekonomi dengan melakukan liberalisasi ekonomi. Masing-masing negara menurut kecepatan yang berbeda dengan memperhitungkan komitmen mereka dalam WTO, APEC atau AFTA. Kerangka ketentuan global dalam perdagangan internasional yang menjadi ruang gerak negara-negara berkembang sebagian besar ditentukan oleh negara-negara industri. Berkaitan dengan tatanan perdagangan internasional yang baru dimana WTO, APEC dan AFTA mempunyai ketentuan-ketentuan dasar yaitu ”keterbukaan Pasar” harus dilaksanakan dengan konsekuen agar negara berkembang seperti Indonesia benarbenar mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan dampak-dampak positif dari Peranan Bidang Perkapalan dan Pelayaran Niaga dalam Perdagangan 15 perdagangan bebas, terutama keterbukaan perdagangan antara negara ASEAN yang memberikan kesempatan kepada tiap negara untuk saling mengisi peluang pasar yang ada sesuai kemampuan produksi masing-masing negara. Keuntungan dari keterbukaan pasar dapat menyebabkan peningkatan produksi barang untuk dipasarkan ke Negara yang membutuhkan. Jadi peranan industri pelayaran semakin penting di dunia, karena kapal merupakan sarana yang sangat tepat dalam perdagangan internasional. Penyelenggaraan angkutan laut di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan strategis.

Dollar Menjadi Mata Uang Dunia

Pada akhir perang dunia ke-2, negara Eropa dan dunia mengalami kehancururan dan Amerika Serikat yang tidak ikut jatuh miskin memutuskan untuk membantu negara-negara tersebut dalam bentuk memberikan hutang atau pinjaman. Pinjaman tersebut dalam bentuk mata uang dolar. Dan sebagai jaminannya, negara-negara yang mau hutang harus menyerahkan emas kepada Amerika Serikat. Dengan begitu otomatis Amerika hampir menguasai emas seluruh dunia. Secara praktis, pasti dong jadilah dolar yang disokong emas dan dolar pula lah yang saat itu dipercaya sebagai mata uang. Dan Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat,dan hingga saat ini saya rasa hanya Amerika serikat dengan US Dolarnya lah yang merupakan Negara Terkuat,stabilitas Politik,Ekonomi,dan keamanannya terjaga.walaupun Ekonominya mulai diimbangi Tiongkok,tapi tidak semudah itu menggeser US Dolar karena jika hanya Kuat Mata Uangnya saja tanpa diimbangi kondisi Negara yang Stabil,semua akan sia-sia.Karena menjadi Mata Uang internasional dibutuhkan Kepercayaan Dunia,agar Dunia mau menggunakannya,itulah menurut saya mengapa sampai kini US Dolar masih jadi alat pembayaran internasional.

Euro Bisa Menggatikan Dollar

Secara Ekonomi Euro bisa saja menggantikan Dolar,karena Euro memiliki kapasitas yang cukup besar dalam siklus perdagangan,investasi,dan perekonomian internasional.secara internal nilai tukar Euro yang begitu kuat setidaknya mampu mendorong investor untuk memperbanyak investasinya.serta keberhasilan cost and benefit Euro pun telah banyak dirasakan oleh beberapa anggotanya,meskipun diantaranya masih harus menyesuaikan.Dan secara Politis saya rasa masih cukup meragukan bahwa Euro mampu menjadi mata uang alternatif mengantikan US Dolar,karena mencari mata uang alternatif bukan hanya mengacu pada pertimbangan ekonomis,namun factor Politis akan tetap menjadi kekuatan dan legalitas dalam hubungan ekonomi politis.dan dalam teori keuangan internasional uang tidak hanya dianggap sebagai alat tukar dalam kepentingan ekonomi semata,namun sebagai alat untuk membentuk hegemoni,untuk mengendalikan interaksi struktur-struktur politik.dalam hal ini yang diperlukan adalah Political will dari negaraa/komunitas pemilik mata uang.

Prospek Rupiah Bisa Mendunia

Untuk jangka pendek mungkin Rupiah belum bisa berbuat apa-apa,tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa menjadi mata uang dunia,asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan SDM yang ada di dalamnya. Dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.



Sumber :
http://www.ssbelajar.net/2012/03/teori-perdagangan-internasional.html
https://bopeng45blog.wordpress.com/2016/07/03/soal-dan-jawaban-perdagangan-internasional/

Jumat, 21 April 2017

Tugas 4 Perekonomian Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Sektor Pertanian, Industri, dan Jasa

Sektor Petanian
Kelebihan :
  • Bisa diperbaharui (renewable) dalam waktu relatif singkat
  • Indonesia adalah negara tropis yg memiliki sumber daya alam yg melimpah sehingga tidak tergantung dengan negara lain
  • Lebih dari 40% penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian
  • SDM mencukupi
  • Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian
Kekurangan :
  • Produksi nya konstan, 
  • Sangat sulit ditingkatkan 
  • Memiliki investasi yang mahal
  • Musiman
  • Tidak tahan lama dan mudah rusak
Sektor Industri
Kelebihan :
  • Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah
  • Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan
  • Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas
  • Memperluas lapangan kerja
  • Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional
Kekurangan :
  • Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam
  • Kalahnya investor domestik dengan inverstor asing
  • Investasi yang tinggi
  • Sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi 
Sektor Jasa
Kelebihan :
  • Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering
Kekurangan :
  • Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis  
Penyebab Perubahan Struktur Ekonomi Dalam Proses Pembagunan

Yang dimaksud dengan struktur ekonomi adalah pembagian dua bidang ekonomi. Pertama, ada yang membaginya berdasarkan tiga sektor  bidang yang berbeda yaitu sektor pertanian, sektor industri, sektor jasa. keadaan yang demikian disebabkan oleh sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya, yaitu apabila pendapatan naik, elastisitas permintaan yang diakibatkan oleh perubahan pendapatan adalah rendah untuk konsumsi atas bahan-bahan makan. Sedangkan permintaan terhadap bahan-bahan pakaian, perumahan dan barang-barang konsumsi hasil industri keadaannya adalah sebaliknya. Sifat permintaan masyarakat yang seperti ini telah lama ditunjukkan oleh Engels, dan oleh sebab itu di sebut sebagai hukum Engels. Perubahan struktur ekonomi seperti yang digambarkan diatas disebabkan pula oleh perubahan teknologi yang terus menerus berlangsung. Perubahan teknologi yang terjadi dalam proses pembangunan akan menimbulkan perubahan struktur priduksi yang bersifat compulsory dan inducive.

Pembangunan Yang Hanya Mengejar Pertumbuhan Tidak Menghiraukan Kelestarian Lingkungan

Pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tetapi tidak menghiraukan kelestarian merupakan hal yang buruk. Karena itu akan berdampak buruk bagi manusia. Semakin banyak pembangunan maka semakin sedikit lahan penghijauan. Semakin sedikit lahan penghijauan semakin sedikit oksigen yang kita hirup. Dampak ini bisa disebut Global Warming atau Pemanasan Global. Dengan adanya Pemanasan Global akan banyak makhluk hidup yang mati dan bisa menyebabkan bencana alam seperti kebakaran. Jadi, kita harus melestarikan lingkungan dengan cara menanam kembali pepohonan yang telah kita tebang.



Sumber :
https://ekonominisa.blogspot.co.id/2015/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://mascerdas.blogspot.co.id/2015/10/kelebihan-dan-kelemahan-pola.html
https://brainly.co.id/tugas/2321408
http://ariefm.lecture.ub.ac.id/2011/10/kelebihan-dan-kelemahan-produk-pertanian/

Minggu, 09 April 2017

Tugas 3 Perekonomian Indonesia

Kemiskinan

Kemiskinan secara emologis berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat Stask, mendefinisikan sebagai kedakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002). Dalam konteks polik, John Friedman mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu kedaksamaan kesempatan dalam mengakumulasikan basis kekuatan sosial. Frank Ellis (dalam Suharto, 2005) menyatakan bahwa kemiskinan memiliki berbagai dimensi yang menyangkut aspek ekonomi, politik dan sosial‐psikologis. Orang disebut miskin jika dalam kadar tertentu sumber daya ekonomi yang mereka miliki di bawah target atau patokan yang telah ditentukan. Yang dimaksud dengan kemiskinan sosial adalah kurangnya jaringan sosial dan struktur sosial yang mendukung orang untuk mendapatkan kesempatan ‐ kesempatan agar produkvitasnya meningkat. Dapat juga dikatakan bahwa kemiskinan sosial adalah kemiskinan yang disebabkan oleh adanya faktor‐faktor penghambat sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan kesempatan – kesempatan yang tersedia. Kemiskinan merupakan masalah kemanusiaan yang telah lama diperbincangkan karena berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dan upaya penanganannya. Dalam Panduan Keluarga Sejahtera (1996: 10) kemiskinan adalah suatu keadaan dimana tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga,
mental maupun fisiknya dalam memenuhi kebutuhannya.

Faktor Penyebab Kemiskinan

1. Laju Pertumbuhan Penduduk.
Pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat di setiap 10 tahun menurut hasil sensus penduduk. Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan. Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

2. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran.
Secara garis besar penduduk suatu negara dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Yang tergolong sebagi tenaga kerja ialah penduduk yang berumur didalam batas usia kerja. Batasan usia kerja berbeda‐beda disetiap negara yang satu dengan yang lain. Batas usia kerja yang dianut oleh Indonesia ialah minimum 10 tahun tanpa batas umur maksimum. Jadi setiap orang atausemua penduduk kesenjangan dikatakan lunak, distribusi pendapatan nasional dikatakan cukup merata. Pendapatan penduduk yang didapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relatif tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari‐hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia mempunyai pendapatan yang berlebih.

3. Tingkat pendidikan yang rendah.
Rendahnya kualitas penduduk juga merupakan salah satu penyebab kemiskinan di suatu negara. Ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja. Untuk adanya perkembangan ekonomi terutama industry, jelas sekali dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis.

4. Kurangnya perhatian dari pemerintah.
Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu faktor kemiskinan. Pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya.

5. Distribusi yang tidak merata
Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya
yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah

Di Indonesia menggunakan Indikator Kemiskinan Absolut karena pengertian kemiskinan absolut lebih banyak digunakan oleh pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan pada berbagai sektor pelayanan publik, misalnya di bidang pangan, kesehatan, pendidikan dan perumahan. Untuk mengukur kemiskinan dan kriteria penduduk miskin, pemerintah antara lain menggunakan pendekatan pendapatan atau pengeluaran penduduk untuk pemenuhan kebutuhan dasar minimum, pendekatan rata-rata per-kapita dan pendekatan klasifikasi keluarga sejahtera seperti yang digunakan oleh BKKBN. Pada tahun 2004 BPS menggunakan pendekatan pengeluaran minimum makanan yang setara dengan 2.100 kkal/hari ditambah pengeluaran bukan makanan (perumahan dan fasilitasnya, sandang, kesehatan, pendidikan, transport dan barang-barang lainnya). Pada tahun 2008, BPS menetapkan lagi 8 variabel yang dianggap layak dan operasional sebagai indikator untuk menentukan rumah tangga miskin, yaitu : 1) luas lantai per-kapita, 2) jenis lantai, 3) air minum/ketersediaan air bersih, 4) jenis jamban/wc, 5) kepemilikan aset, 6) pendapatan per-bulan, 7) pengeluaran, khususnya prosentase pengeluaran untuk makanan dan 8) konsumsi lauk pauk.

Jumlah  penduduk adalah salah satu indikator  penting dalam suatu Negara. Semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula tenaga kerja yang dapat digunakan. Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat sekarang ini sangat mempengaruhi perekonomian suatu bangsa, karena kita lihat sekarang ini kepadatan penduduk di kota-kota besar di Indonesia mempengaruhi tingkat pendapatan penduduk, jumlah lowongan kerja yang semakin sedikit menyebabkan di Indonesia pada tahun-tahun terakhir banyak perilaku kriminalitas yang terjadi akibat penyimpangan status penduduk yang satu dengan yang lain dan ini menimbulkan status sosial antar masyarakat .

Sumber :
http://alvianfirman.blogspot.co.id/2015/04/definisi-kemiskinan-penyebab-dampak-dan.html
https://oceannaz.wordpress.com/2010/07/29/kemiskinan-pengertian-dimensi-indikator-dan-karakteristiknya/
https://ayuriskaamelia.wordpress.com/soft-skill/laju-pertumbuhan-penduduk-terhadap-perekonomian-indonesia/

Sabtu, 01 April 2017

Tugas 2 Perekonomian Indonesia

Pembiayaan Pembangunan

Tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah dan salah satu diantaranya adalah dalam hal penyediaan sumber pembiayaan pembangunan itu sendiri. 

Sumber Pembiayaan Pembangunan ada 4, yaitu :
  1. Tabungan Sukarela : Bagian dari pendapatan yang diterima masyarakat yang dengan sukarela tidak digunakan untuk konsumsi. Contoh : menabung di bank
  2. Tabungan Pemerintah  : Keseluruhan pendapatan yang diterima pemerintah dikurangi dengan total pengeluaran rutin. Contoh : BUMN
  3. Tabungan Paksa : Langkah yang dilakukan pemerintah untuk melakukan pinjaman ke masyarakat, badan-badan keuangan di luar bank komersial (LKBB), bank komersial, bank sentral dan mencetak uang baru dalam rangka menanggulangi defisit anggaran. Contoh : Pajak
  4. Hasil dari Perdagangan Luar Negeri : Diperoleh dari kelebihan nilai ekspor dikurangi nilai impor.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. 

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
  • Menjamin pemerataan dan keadilan.
  • Menghargai keanekaragaman hayati.
  • Menggunakan pendekatan integratif.
  • Menggunakan pandangan jangka panjang.
Tujuan Pembangunan Berwawasan Lingkungan, diantaranya :
  • Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
  • Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
  • Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.
  • Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup
  • Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindakan yang melindungi lingkungan hidup
  • Terjaminnya kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang
  • Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup
  • Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
  • Terlindunginya wilayah Indonesia dari pengaruh negatif pembangunan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara.
Contoh Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Contoh dari pembangunan berwawasan lingkungan misalnya di Unnes sendiri terdapat salah satu pilar konservasi yaitu Green Architecture (arsitektur hijau).


Summarecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian dan komersial terbaik di Bekasi. Dikembangkan di atas lahan seluas 240 hektar, Summarecon Bekasi mulai dibangun pada november 2010 dengan konsep hunian yang berwawasan lingkungan.konsep ini digunakan agar terjadinya keseimbangan dengan lingkungan.

Rumus Komponen Pendapatan Nasional

Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, pendapatan nasional dapat di kelompokkan sebagai berikut. 

1. GDP (Gross Domestic Product) / PDB
Cara menghitung : jumlah barang dan jasa yang ada di dalam negeri dari Warna Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing di dalam negeri.

2. GNP (Gross National Product) / PNB 
Cara menghitung : jumlah barang dan jasa dari Warga Negara Indonesia baik di dalam negeri maupun di dalam negeri.
*Jika GDP nya lebih besar daripada GNP artinya negara tersebut adalah negara berkembang, karena lebih banyak mengeluarkan untuk Warga Negara Asing daripada menerima. 

3. NNP (Net National Product) / PNN
GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang    modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. 
Cara menghitung : GNP - Penyusutan (Depresiasi/Replacement)

4. NNI (Net National Income) / PNB
Pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll. 
Cara menghitung : NNP - Pajak tidak langsung
*yang termasuk pajak tidak langsung : PPN, Bea Cukai, Bea Materai, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

5. PI (Personal Income) / PP
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu.
Cara menghitung : PI - NNI + Transfer Payment - (Laba ditahan + iuran jaminan sosial + pajak perseroan)
*Yang termasuk Transfer Payment = Beasiswa, Subsidi, gaji pensiun, bantuan, hadiah.
*Yang termasuk Laba ditahan = laba yang tidak dibagi (yang dicadangkan)
*Yang termasuk Iuran jaminan sosial = dana pensiun, iuran kesehatan, jaminan hari tua, asuransi

6. DI (Disposable Income)
Pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. 
Cara menghitung : PI - Pajak langsung 
*Yang termasuk pajak langsung = PPh, PBB, Pajak kekayaan, deviden

7. C (Consumtion)
Cara menghitung : DI - Saving (Tabungan)

Sumber :

Jumat, 10 Maret 2017

PENGERTIAN SISTEM EKONOMI

SISTEM

Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasimateri atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

SISTEM EKONOMI

Sistem Ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling behubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dan identitas tersendiri.

Ada 4 sistem dalam ekonomi, berikut adalah macam-macam sistem ekonomi :


Sistem Ekonomi Tradisional


Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang dilakukan secara turun-temurun. Dan masyarakatnya tetap menjaga nilai budaya setempat, sehingga kegiatan perekonomiannya masih bergotong-royong dan kekeluargaan.

Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Pembagian struktur kerja belum ada
  2. Masih menggunakan tukar-menukar barang/barter
  3. Sifat kekeluargaan tergolong tinggi
  4. Proses produksinya tergantung pada alam,misalnya bertani, berladang, berkebun dan sebagainya
  5. Alat untuk memproduksi sangat sederhana.

Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat


Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah. Sistem ekonomi terpusat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Negara menguasai semua alat produksi
  2. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
  3. Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat
  4. Hak milik individu tidak diakui
  5. Pemerintah mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi

Sistem Ekonomi Bebas/Liberal


Sistem ekonomi liberal yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing. Ciri-cirinya :
  1. Harga barang ditentukan oleh pasar
  2. Timbulnya persaingan bebas
  3. Adanya pengakuan terhadap hak individu
  4. Setiap individu bebas mengejar keuntungan
  5. Modal memegang peranan sangat penting.

Sistem Ekonomi Campuran


Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran :

  1. Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
  2. Adanya pihak swasta yang ikut berperan dalam kegiatan perekonomian

Ekonomi dan Politik Bagai Dua Sisi Mata Uang


Nusa Dua - Hubungan antara ekonomi dan politik tidak dapat dipisahkan. Terlepas ekonomi terselip dalam setiap elemen kenegaraan, hubungan antara ekonomi dan politik menjadi hal yang saling berkaitan satu sama lain.

Perlunya pemahaman seorang ahli ekonomi akan bidang politik perlu ditanamkan. Paling tidak harus memiliki pemahaman terkait antara hubungan ekonomi dengan politik.

"Saya ingin sampaikan bahwa dalam dunia nyata, ekonomi tidak terlepas dari politik, itu dua sisi satu mata uang. Memang kita nggak bisa mengajarkan politik di Fakultas Ekonomi tapi sense ekonomi terkait satu sama lain itu harus ditanamkan," jelas Gubernur Bank Indonesia era 2008-2009 Boediono dalam paparannya dalam pelatihan Training of Trainers Kebanksentralan di Hotel Conrad, Nusa Dua, Bali, Rabu (30/03/2016).

Tidak hanya itu, mahasiswa yang melakukan studi ekonomi juga perlu membuka diri akan praktik keilmuan lainnya guna mendukung analisis kebijakan ekonomi di masa mendatang.

"Seorang ekonom dalam praktik harus tahu sedikit-sedikit tentang hukum, politik, dan juga sosiologi," tambah Boediono.

Keterbukaan diri seorang individu mampu menambah pandangan yang lebih dalam akan praktik dan permasalahan ekonomi yang akan terjadi.

"Dalam praktik, anda harus tahu hukum, harus tahu politik, harus tahu sejarah. Jangan memyempitkan pandangan anda, nanti anda kurang berguna dalam dunia nyata," ujar Boediono. (ang/ang)

Sumber :

MEETING 4

MEETING 4 BAHASA INGGRIS BISNIS 2 Created by : Anisa Aulia Toha (20216901) Anisah Haura Tsamarah (20216916) Elfrida Siantu...